Cuaca Indonesia – Prakiraan 14 Hari (Jakarta)
lainnya
Cuaca Indonesia saat iniCuaca Indonesia besok
Suhu dan hujan di seluruh negeri, Sabtu, 24 OktoberSuhu dan hujan di seluruh negeri, Minggu, 25 Oktober
Cuaca di kota-kota terbesar hari iniCuaca di kota-kota terbesar besok
Ketuk sebuah kota untuk prakiraan cuaca 14 hari selengkapnya.
Cuaca Indonesia
Hari ini sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan diguyur hujan, dengan suhu tertinggi antara 27 °C dan 40 °C. Tempat terpanas adalah Palangka Raya dengan 40 °C, sedangkan malam terdingin terjadi di Malang, dengan suhu turun hingga 16 °C.
Curah hujan tertinggi diperkirakan di Padang, sebesar 20,3 mm. Tempat paling kering adalah Surabaya, tanpa hujan sama sekali.
Angin paling terasa di Mataram: angin cukup kencang dengan kecepatan hingga 34 km/jam.
Besok cuaca akan mirip dengan hari ini, dengan suhu tertinggi antara 26 °C dan 39 °C; hujan diperkirakan turun di banyak tempat.
Cuaca Indonesia 14 Hari (Jakarta)
Klik sebuah tanggal
Cuaca Jangka Panjang Indonesia
Iklim Indonesia: panduan cuaca per musim dan wilayah
Indonesia terletak di sekitar garis khatulistiwa sehingga hampir seluruh wilayahnya beriklim tropis: hangat sepanjang tahun, lembap, dan dengan curah hujan yang tinggi. Berbeda dengan negara empat musim, di Indonesia tidak ada musim dingin – yang membedakan satu periode dengan periode lain adalah banyaknya hujan. Karena itu, kita mengenal dua musim utama: musim hujan dan musim kemarau. Di bawah ini Anda dapat membaca bagaimana kedua musim itu berlangsung, mengapa polanya berbeda dari satu daerah ke daerah lain, dan kapan waktu terbaik untuk berkunjung.
Musim hujan dan musim kemarau
Di sebagian besar Indonesia, termasuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, musim dipengaruhi oleh angin muson. Sekitar November hingga Maret, angin muson barat yang bertiup dari Asia membawa banyak uap air dan memicu musim hujan; puncaknya biasanya terjadi pada Desember hingga Februari. Sekitar April hingga Oktober, angin muson timur yang bertiup dari arah Australia lebih kering, sehingga terjadi musim kemarau. Batas ini tidak pernah persis sama setiap tahun: awal musim bisa maju atau mundur beberapa minggu, dan setiap daerah memiliki jadwalnya sendiri. BMKG menerbitkan prakiraan awal musim hujan dan musim kemarau untuk setiap zona musim di Indonesia.
Tiga pola hujan
BMKG membagi pola curah hujan di Indonesia menjadi tiga jenis. Pola monsunal – satu puncak hujan pada Desember–Februari dan musim kemarau yang jelas – berlaku di sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Pola ekuatorial, dengan dua puncak hujan dalam setahun, umum di wilayah dekat khatulistiwa seperti sebagian Sumatra dan Kalimantan; di sini hujan turun hampir sepanjang tahun. Pola lokal justru kebalikan dari pola monsunal: di sebagian Maluku, misalnya Ambon, musim hujan terjadi pada pertengahan tahun.
Jawa: dari Jakarta hingga dataran tinggi
Jakarta panas dan lembap sepanjang tahun. Pada puncak musim hujan, hujan lebat yang turun berjam-jam dapat menyebabkan banjir dan genangan, jadi pantau prakiraan cuaca per jam dan peringatan dini sebelum bepergian. Di dataran tinggi, udaranya jauh lebih sejuk: Bandung dan Lembang terkenal dengan hawa yang segar, sedangkan Bogor dijuluki Kota Hujan karena sangat sering diguyur hujan. Di kawasan pegunungan seperti Dieng dan Bromo, suhu malam pada puncak musim kemarau bisa turun sangat rendah, dan di Dieng kadang muncul embun beku yang dikenal sebagai embun upas.
Bali dan Nusa Tenggara
Bali mengikuti pola monsunal. Musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, membawa langit cerah dan kelembapan yang lebih rendah sehingga menjadi musim liburan utama; Juli dan Agustus biasanya paling ramai. Pada musim hujan, hujan sering turun sebagai hujan lebat singkat atau hujan petir pada sore dan malam hari, dan di sela-selanya matahari tetap bersinar. Makin ke timur – Lombok, Labuan Bajo, Kupang – iklim makin kering: musim kemaraunya panjang dan musim hujannya relatif singkat.
Sumatra dan Kalimantan
Di Medan dan sebagian besar Sumatra, hujan cukup merata sepanjang tahun, dengan periode yang lebih basah menjelang akhir tahun. Pesisir barat Sumatra, misalnya sekitar Padang, termasuk wilayah yang paling banyak menerima hujan. Kalimantan sebagian besar berpola ekuatorial dan lembap sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang panjang, terutama di tahun El Niño, kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan dapat menimbulkan kabut asap yang menurunkan kualitas udara dan jarak pandang.
Sulawesi, Maluku, dan Papua
Makassar memiliki musim yang tegas: sangat basah sekitar Desember hingga Februari dan kering pada pertengahan tahun. Sebaliknya, Ambon dan sebagian Maluku justru paling sering hujan pada pertengahan tahun. Papua beriklim tropis basah dengan curah hujan tinggi di banyak tempat; di puncak-puncak tertinggi Pegunungan Jayawijaya bahkan masih tersisa gletser yang terus menyusut, salah satu dari sedikit gletser tropis di dunia.
El Niño, La Niña dan peringatan cuaca
Dari tahun ke tahun, iklim Indonesia dipengaruhi oleh fenomena global. Saat El Niño, banyak wilayah cenderung lebih kering dan musim kemarau bisa lebih panjang; saat La Niña, curah hujan cenderung meningkat. Untuk cuaca ekstrem – hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi – selalu ikuti peringatan dini resmi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).
Kapan waktu terbaik untuk berkunjung?
Untuk liburan pantai di Bali, Lombok atau Labuan Bajo, musim kemarau (sekitar April–Oktober) umumnya paling nyaman. Untuk wisata kota dan pegunungan di Jawa, musim kemarau juga lebih mudah, tetapi musim hujan pun tetap bisa dinikmati: hujan sering turun sore hari, sehingga pagi hari biasanya bisa dimanfaatkan untuk berjalan-jalan. Ingat bahwa pola musim di Sumatra, Kalimantan, dan Maluku bisa berbeda dari Jawa dan Bali.
Ke mana pun tujuan Anda, periksa dulu prakiraan cuaca 14 hari, prakiraan per jam, dan peringatan cuaca untuk kota Anda di Cuacanesia sebelum berangkat.
